Jumat, 31 Mei 2013

13 Pedagang Bakso Terindikasi Berdaging Babi

CATATAN JURNALIS - BONTANG - Masyarakat Kota Bontang sejak Rabu dan Kamis kema-rin dihebohkan dengan beredarnya kabar bahwa 13 pedagang bakso di Ko-ta Taman diduga menjual bakso daging babi. Sekretaris kota Bontang Asmudin Hamzah kemarin langsung mengge-lar rapat gabungan bersama Kadis Kesehatan dr Indiati As’ad,  Kadis Perikanan, Peternakan dan Kelau-tan Adji Erlinawati dan Disperin-dakopi di Kantor Wali Kota Bontang.

Dalam penjelasannya, Sekkot membenarkan kalau beberapa pedagang bakso di Bontang positif terindikasi mencampur daging bakso sapi dengan daging babi. Namun, katanya, hal itu harus  dibuktikan kembali melalui uji sample kembali. Pasalnya hasil tes yang menyebutkan ada 13 pedagang bakso yang menjual daging bakso bercampur babi adalah hasil penelitian dari  Dinas Peternakan UPTD Laboratorium Kesehtaan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Pemprov Kaltim.

Uji tersebut dikatakan Adji, diambil acak dari 21 pedagang balso yang tersebar di Bontang. Yang menjadi persoalan, Pemkot Bontang belum menerima surat resmi terkait hal itu dari Pemprov Kaltim. Karena itu Pemkot lakukan investigasi ke seluruh pedagang bakso di Bontang.

“Menyangkut  nama-nama warung penjual baksonya, belum bisa kita publikasikan saat ini karena masih harus melakukan koordinasi. Tapi yang jelas supaya ini menjadi perhatian masyarakat untuk lebih teliti lagi. Pada saatnya akan kita publikasinya mengenai nama warung bakso yang positif menggunakan daging campuran di luar daging sapi atau yang halal selama ini,” tegas Asmudin.

Dikatakannya, langkah yang diambil Pemkot saat ini yaitu terus mendalami permasalahannya, agar kedepannya tidak terulang kembali. Misalkan memberikan sanksi tegas kepada pemilik penggiling daging yang sengaja mencampur daging sapi dan babi. Termasuk juga pemilik warung bakso yang diduga ada unsur kesengajaan mencari keuntungan dari pencampuaran daging ini.

“Di Bontang terdapat 7 tempat penggilingan daging sapi. Kita sudah panggil dan komitmen supaya mereka tidak menerima daging untuk digiling di luar dari daging sapi. Ini yang terus kita awasi. Kalau kedepannya ditemukan lagi  maka usaha mereka akan kita tutup, temasuk mengikutsertakan jajaran kepolisian supaya dapat diproses secara hukum,” tukasnya.

Sementara itu dari pantauan harian ini langsung ke salah satu pedagang bakso yang diduga mengandung daging babi di Jl Ahmad Yani Bontang, ia mengaku tidak pernah mencampur daging baksonya dengan daging babi. Ia mengaku 3 minggu yang lalu staf dari Pemprov datang mengambil sample bakso 4 bungkus dan ia mempersilakan. Belum lama ini, pedagang yang sudah berjualan dari 2007 tersebut menerima hasil tes.

“Saya sumpah demi Allah, saya sendiri kaget kok bisa daging bakso disebut mengandung babi. Padahal saya beli daging di Pak Imam di Rawa Indah asli dari kios dan saya giling di Rawa Indah,” keluh pria tersebut.
Ia mengaku siap dagingnya dites oleh dinas terkait untuk membuktikan isu tersebut. Bahkan ia akan membuktikan bahwa baksonya halal dan Ia berniat menguji kan sendiri daging baksonya di laboratorium Samarinda.

“Masalah ini harus segera diklarifi-kasi Pemerintah karena jelas meru-gikan kami. Pemerintah memiliki laboratorium tersendiri di Bontang. Jika perlu untuk menyakinkan bakso saya halal, tiap hari di tes lab saya bersedia,” pungkasnya. (cj.kk)
Reaksi: