CATATAN JURNALIS - Jakarta - Kawanan perampok bergolok menghadang mobil
Toyota Avanza B 1576 FFQ warna silver yang ditumpangi karyawan SPBU
Tridaya di Jalan Raya SKU Kompas, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Uang
senilai Rp 315 juta yang hendak disetorkan SPBU ke bank pun melayang
dibawa kabur kawanan perampok.
"Penyidik dari Polres Bekasi masih menyelidiki kasus perampokan ini dan berupaya memburu para pelaku," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Senin (13/1/2014).
Perampokan terjadi pada pukul 08.50 WIB, Senin (13/1/2014). Saat itu, karyawan SPBU bernama Namin dan Sulastri hendak menuju ke Bank BNI Cikarang Utara untuk menyetorkan uang hasil penjualan SPBU Tridaya selama 2 hari.
Setibanya di Jalan Raya SKU Kompas, jalanan macet. Tiba-tiba, dua unit motor memepet mobil yang ditumpangi kedua korban.
"Salah satu pelaku turun dan langsung memecahkan kaca sebelah kanan dan kiri depan sambil mengancam dengan menggunakan celurit, golok, dan sejenis samurai," jelas Rikwanto.
Para pelaku kemudian mengambil tas berisi uang Rp 315 juta di mobil tersebut. Setelah berhasil menggasak uang, para pelaku berjumlah 4 orang itu pun kabur ke arah utara. Sementara senjata tajam celurit dan samurai pelaku tertinggal di dalam mobil yang ditumpangi kedua korban.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTV Family Mart, Alfamart dan CCTV SPBU. Polisi juga tengah menggambar sketsa wajah pelaku berdasar rekaman CCTV tersebut.
"Pelaku menggunakan motor Vega R bernopol B 6683 ZX yang diduga palsu," pungkasnya. (cj.dtk)
"Penyidik dari Polres Bekasi masih menyelidiki kasus perampokan ini dan berupaya memburu para pelaku," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Senin (13/1/2014).
Perampokan terjadi pada pukul 08.50 WIB, Senin (13/1/2014). Saat itu, karyawan SPBU bernama Namin dan Sulastri hendak menuju ke Bank BNI Cikarang Utara untuk menyetorkan uang hasil penjualan SPBU Tridaya selama 2 hari.
Setibanya di Jalan Raya SKU Kompas, jalanan macet. Tiba-tiba, dua unit motor memepet mobil yang ditumpangi kedua korban.
"Salah satu pelaku turun dan langsung memecahkan kaca sebelah kanan dan kiri depan sambil mengancam dengan menggunakan celurit, golok, dan sejenis samurai," jelas Rikwanto.
Para pelaku kemudian mengambil tas berisi uang Rp 315 juta di mobil tersebut. Setelah berhasil menggasak uang, para pelaku berjumlah 4 orang itu pun kabur ke arah utara. Sementara senjata tajam celurit dan samurai pelaku tertinggal di dalam mobil yang ditumpangi kedua korban.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTV Family Mart, Alfamart dan CCTV SPBU. Polisi juga tengah menggambar sketsa wajah pelaku berdasar rekaman CCTV tersebut.
"Pelaku menggunakan motor Vega R bernopol B 6683 ZX yang diduga palsu," pungkasnya. (cj.dtk)






0 komentar:
Posting Komentar