![]() |
| Tampak Pemadam Kebakaran yang tengah memadamkan si jago merah yang melahap sebuah gudang. |
TARAKAN-Tadi malam sekitar pukul 23.50 wita, sebuah rumah yang berada di Jl.Kamboja RT.31 Kelurahan Karang Anyar hangus terbakar. Lokasi kebakaran tunggal ini, tepat berada di samping pemakaman muslim Karang Anyar.
Sampai dengan berita ini diturunkan, tidak banyak yang mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Pasalnya bangunan yang menyerupai rumah tersebut ternyata adalah sebuah gudang barang-barang bekas. Dari papan plang yang tertera, bangunan tersebut digunakan untuk UD.Fian Putra yang menjual besi tua, logam, karton, koran, plastik dan botol.
Informasi yang berhasil dihimpun Catatan Jurnalis dari lokasi kebakaran, tidak ada satupun orang yang berada di dalam rumah tersebut. “Tiba-tiba saja apinya sudah besar mas,” kata Suujud, salah satu pekerja besi tua yang bekerja disitu. Suujud menambahkan, seperti biasanya bangunan tersebut dibiarkan tertutup pada malam hari tanpa ada yang menungguinya. Sementara karyawan, tidur di bangunan yang berada di samping kanan bangunan utama gudang.
“Kami ada 12 orang, dan alhamdulillah semuanya selamat,” kata Suujud yang masih mengenakan sarung.
Saat kejadian tadi malam, ke-12 orang karyawan tersebut sudah tertidur pulas sehingga tidak ada yang mengetahui pasti apa penyebab mengamuknya si jago merah. Dirinya juga memastikan tidak ada elpiji atau kompor di dalam gudang tersebut.
“Tiba-tiba saja api membesar dari gudang sebelah,” ungkapnya.
Gudang yang dimaksudnya adalah salah satu ruangan yang cukup luas yang menyimpang bahan karton. Dari gudang itulah kemudian api menyebar ke ruangan gudang lainnya, termasuk ke gudang plastik yang kemudian membuat api semakin membesar. Hal ini juga dibenarkan Eko, pemilik gudang. “Itu isinya plastik-plastik bekas dan kardus,” kata Eko kepada wartawan. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian dengan bantuan belasan mobil dari Pemadam Kebakaran Kota Tarakan.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juga.
Seorang petugas pemadam kebakaran, Fadli (25) yang sedang bertugas sempat mendapat perawatan tim medis dari PMI. Fadli mengalami luka sobek pada dagu karena terkena silencer peralatan PMK saat bertugas.
Selain itu, petugas PMK lainnya, Edi (41) juga mengalami luka bakar pada kaki sebelah kanan. Dan malam tadi, Edi langsung dirujuk ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan lebih intens.
Salah satu saksi mata lainnya adalah Munirul Hadi. Warga yang tinggal tepat di depan gudang tersebut menyebutkan dirinya sudah mendapati api mulai membakar bangunan tersebut sekitar jam 12 kurang sepuluh menit. Dia melihat titik awal api dari sisi belakang gudang yang berisikan tumpukan plastik bekas dan kardus. “Jadi pas jam 12 kurang 10 saya keluar, api sudah membakar gudang itu. Api cepat membakar karena isi nya gudang itu kan plastik dan kardus,” tambah Munir.
Munir menceritakan, awalnya gudang tersebut adalah tempat pengepul besi tua, namun lantaran sudah langka didapatkan maka beralih ke plastik dan kardus. Biasanya jam kerja karyawan adalah dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. “Pas kejadian warga sekitar langsung inisiatif membantu memadamkan api,” ujarnya. Sementara itu, Dera (23) warga yang bersebelahan dengan gudang tersebut sempat terkejut seketika saat melihat api telah membesar dari gudang itu. “Api itu terlihat langsung membesar dari dalam gudang dan warga pun langsung mencoba membantu,” katanya.
Ia menambahkan, saat kejadian sempat terlihat sebuah tabung gas yang berada digudang. Untungnya warga langsung mengevakuasi tabung gas untuk tidak terjadi sebuah ledakan yang bisa mengakibatkan memakan korban banyak lagi. “Tadi itu ada tabung gas tapi sempat diambil kok,” ujarnya.
Terpisah, Saparuddin Lubis selaku ketua RT.31 mengungkapkan kejadian tersebut diduga adanya kelalaian dari beberapa karyawan yang berada digudang itu. “Mungkin saat selesai bekerja ada yang kurang diperhatikan seperti mematikan mesin dan lainnya,” terangnya. Dikatakan Lubis, seharusnya dalam gudang tersebut memiliki peralatan pemadam pemadam api ringan (apar) sehingga apabila terjadi kebakaran bisa dicegah sedini mungkin. “Seharusnya bangunan ini memiliki safety atau alat pemadam kebakaran,” tukasnya.
Namun diungkapkan Saparuddin, bangunan ini terdaftar bukanlah untuk gudang karena sebelumnya hanya sebuah rumah tinggal. Namun kenyataan yang terlihat dijadikan tempat penyimpanan barang-barang bekas. “Penghuninya itu banyak karena yang tinggal disitu karyawan-karyawan. Sementara untuk pemiliknya berdiam dibelakang gudang itu,” bebernya.
Saat dikonfirmasi pihak kepolisian, AKBP Desman Sujaya Tarigan didampingi Kasat Reskrim AKP Andin Wisnu melalui Kanit Buser Ipda Barokah membenarkan kejadian tersebut. “Sementara kita masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakarannya,” pungkasnya. (cj.il)







0 komentar:
Posting Komentar